Kekeringan Ancam Sawah di Sumpiuh dan Kemranjen
BANYUMAS,–
Menjelang musim kemarau, sejumlah area pertanian di Kecamatan Sumpiuh
dan Kemranjen terancam kekurangan air. Pasalnya pada saat musim kemarau
debit air pada saluran irigasi setempat berkurang.
Camat
Sumpiuh, Abdul Kudus, mengatakan di wilayahnya sedikitnya terdapat lima
desa yang mengandalkan saluran irigasi yang berasal dari aliran sungai
Serayu tersebut. Yakni Desa Lebeng, Pandak, Kuntili, Selandaka dan
kemiri.
“Sudah
sejak dua tahun yang lalu setiap musim kemarau petani kekurangan air,
karena debit air yang mengiliri sawah mereka berkurang, sebelumnya
normal. Kalau pada musim hujan debit air tidak ada masalah,” katanya,
Selasa (3/3).
Menurutnya,
berkurangnya debit air terjadi setelah adanya perubahan sistim aliran
pada irigasi. Sebelumnya saluran yang berada di wilayah Kemranjen, kata
dia, menggunakan talang, namun sekarang diubah menggunakan sipon.
Kondisi
serupa juga terjadi di sebagian wilayah Kemranjen, khususnya di bagian
utara. “Kondisi di sini tidak jauh berbeda dengan Sumpiuh, karena
hamparan kondisi alamanya hampir sama dengan wilayah Sumpiuh,” kata
camat setempat, Widyo Satmoko.
Kepala
Unit Pengelola Bendung Gerak Serayu, Toto Rahardjo, mengatakan untuk
mengatasi persoalan tersebut telah diusulkan pembuatan sipon tambahan.
“Sudah kami usulkan agar siponnya ditambah karena debitnya masih
kurang,”
0 komentar:
Posting Komentar