300x250 AD TOP

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent

Comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 27 Maret 2015

Tagged under:

Kekeringan Ancam Sawah di Sumpiuh dan Kemranjen

Kekeringan Ancam Sawah di Sumpiuh dan Kemranjen

BANYUMAS,– Menjelang musim kemarau, sejumlah area pertanian di Kecamatan Sumpiuh dan Kemranjen terancam kekurangan air. Pasalnya pada saat musim kemarau debit air pada saluran irigasi setempat berkurang.
Camat Sumpiuh, Abdul Kudus, mengatakan di wilayahnya sedikitnya terdapat lima desa yang mengandalkan saluran irigasi yang berasal dari aliran sungai Serayu tersebut. Yakni Desa Lebeng, Pandak, Kuntili, Selandaka dan kemiri.
“Sudah sejak dua tahun yang lalu setiap musim kemarau petani kekurangan air, karena debit air yang mengiliri sawah mereka berkurang, sebelumnya normal. Kalau pada musim hujan debit air tidak ada masalah,” katanya, Selasa (3/3).
Menurutnya, berkurangnya debit air terjadi setelah adanya perubahan sistim aliran pada irigasi. Sebelumnya saluran yang berada di wilayah Kemranjen, kata dia, menggunakan talang, namun sekarang diubah menggunakan sipon.
Kondisi serupa juga terjadi di sebagian wilayah Kemranjen, khususnya di bagian utara. “Kondisi di sini tidak jauh berbeda dengan Sumpiuh, karena hamparan kondisi alamanya hampir sama dengan wilayah Sumpiuh,” kata camat setempat, Widyo Satmoko.
Kepala Unit Pengelola Bendung Gerak Serayu, Toto Rahardjo, mengatakan untuk mengatasi persoalan tersebut telah diusulkan pembuatan sipon tambahan. “Sudah kami usulkan agar siponnya ditambah karena debitnya masih kurang,”

0 komentar:

Posting Komentar