SEMARANG –
Anggaran penanganan rob dan banjir masih minim dan jauh dari ideal.
Anggaran ideal seperti yang sudah dikaji adalah Rp 600 miliar per tahun.
Adapun tahun tahun ini anggaran penanganan hanya sekitar Rp 165 miliar.
’’Karena
itu, kami menyarankan eksekutif terutama SKPD terkait, banyak menjalin
kerja sama dengan pihak lain seperti pemerintah pusat atau swasta. Kerja
sama itu diharap bisa menutup atau paling tidak meminimalisir
kekurangan dana tersebut,’’ tutur Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi,
saat memberi sambutan Penanda Tanganan Pakta Integritas Penanggulangan
Rob dan Banjir di Hotel Dafam, Jumat (6/3).
Supriyadi
juga meminta SKPD-SKPD yang terkait bersinergi guna sama-sama menangani
persoalan rob dan banjir. Selama ini, dia melihat tiap SKPD masih
kurang berkoordinasi sehingga terkesan kurang padu. Dia juga menegaskan,
pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat untuk bersama
menangani persoalan di kota ini.
Cahyo
Bintarum yang mewakili Wali Kota, memberi apresiasi pada Pusat Telaah
Informasi Regional (Pattiro) semarang yang menginisiasi acara tersebut.
Dia menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani rob dan
banjir.
Pengawasan
Yuni
dari Pattiro menjelaskan, penanda tanganan pakta integritas merupakan
langkah lanjutan dari audit sosial yang dilakukan pihaknya bersama
beberapa elemen masyarakat dan pemerintah. Pihaknya juga telah
menyebarkan kuisoner pada pimpinan SKPD serta anggota Dewan menyangkut
hal tersebut.
’’Pakta
integritas ini akan mengikat pemerintah untuk benar-benar serius
menangani rob dan banjir. Selain itu juga sebagai bukti keseriusan
itu,’’ ujarnya.
Direktur
Pattiro Semarang, Dini Inayati menambahkan, audit sosial sudah
digunakan di beberapa negara sebagai bentuk pengawasan program
pemerintah. Di India, masyarakat melakukannya meski metodenya berbeda
dengan di Amerika Serikat. Pihaknya menerapkan audit sosial dengan
metode yang berbeda pula. Pattiro ikut melibatkan pemerintah di
dalamnya.
Namun, dia menyayangkan ketakhadiran Wali Kota dalam acara kemarin.
’’Persoalan
rob dan banjir merupakan yang utama di sini. Seharusnya Wali Kota ikut
memberi komitmennya dalam acara penandatanganan pakta integritas.
Sayang, secara mendadak dia membatalkan untuk terlibat langsung,’’
0 komentar:
Posting Komentar